Rezeki dan Keberkahannya

Untuk diriku dan dirimu yang terkadang MENIPU dalam berdagang
ataupun saat berinteraksi sosial. 

Mereka yag menipu saat melakukan perniagaan, mungkin mereka akan mendapatkan keuntungan. Entah 10ribu, 100ribu, 1jt mungin setiap harinya? atau anggap 10jt. atau anggap 100jt atau anggap 1 milyar, atau anggap 1 trilyun mereka untung dengan tipuan mereka.

Tapi bandingkan dengan surganya Allah Subhana Wa ta'ala. 
Bandingkan dengan surga yang derajatnya paling rendah...
=====================================
Mudah mudahan kisah berikut dapat menjadi motivasi bagi kita bersama, agar ketika kita berdagang.. kita tidak akan pernah mau menipu, dan ketika kita berinteraksi sosial kita tidak akan pernah mau menipu.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 
Rosululah Sholallahu'alaihi Wa Sallam pernah bercerita...

Nabi Musa Alaihi Salam pernah bertanya "wahai Robbku.. apakah tingkatan surga yang paling rendah (penghuni surga yang nikmatnya paling rendah) ?

Kemudian Allah Subhana Wa Ta'ala menjawab "Dia adalah seseorang yang datang paling terakhir setelah seluruh penghuni surga masuk ke dalam surga.. lalu dikatakan kepada orang tersebut, silahkan engkau masuk kedalam surga. Masuklah ia kedalam surga, kemudian ia lihat (dihayalkan kepadanya) surga penuh !! kembali dia kepada Allah... "Wahai Robbku bagaimana aku bisa masuk surga, sementara orang telah mengkapling tempatnya masing-masing. Surga Penuh !!!"

Kemudian Kata Allah...
"kalau begitu AKU punya penawaran... "apakah engkau ridho (rela) memiliki kekayaan seperti kekayaan satu dari raja-raja dunia ?"

Orang tersebut (yg ditawari oleh Allah), pernah hidup di dunia. Dia pernah tahu bagaimana kaya rayanya sang raja, maka seketika orang tersebut berkata "Aku mau wahai Robbku.. Aku Ridho"

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 
ingat.. ini tingkatan penghuni surga yg paling rendah..
Penawaran pertama kali oleh Allah Subhana Wa Ta'ala adalah dia memiliki kekayaan sebesar satu kekayaan dari raja-raja dunia.

Kaya gak ? 
lihat Raja Abdullah bagaimana kayanya, 
lihat raja/sultan Bulkiah.. Kaya luar biasa !!!
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 

"Belum selesai" Kata Allah Subhana Wa Ta'ala... setelah orang itu berkata oh mau.. mau.. wahai Robbku, sudah, itu sudah cukup !!!

Kata Allah Subhana Wa Ta'ala... "kamu akan memiliki itu dan semisal dengannya.. semisal dengannya... semisal dengannya... semisal dengannya" (Lima kali lipat dari kekayaan salah satu raja dari raja-raja dunia)

Disaat Allah usai menyebut yang ke lima kalinya, kemudian orang tersebut mengatakan "ya Allah.. sudah cukup !!!" (Karena Kalau seandainya dia tidak mencoba mengatakan hal demikian, maka pastilah Allah Subhana wa ta'ala
akan terius menambahkannya (secara berulang). Kata orang itu. "lima saja, telah cukup ya Allah.."

Kemudian... "Belum selesai" kata Allah melanjutkan !! 
"itu milikmu, lima kali lipat kekayaan dari kekayaan salah satu raja-raja dunia... DAN SEPULUH KALI LIPATNYA LAGI !!!"

MasyaAllah... 
Berarti 50 kali lipat dari kekayaan salah satu raja-raja dunia !!

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 
Bandingkan dengan yang tadi satu milyar
gara-gara nipu, gara-gara ingin satu milyar nipu
mana ada bandingannya ?
bahkan gak boleh dibandingkan !!!

Akhi.. Orang arab mengatakan " pedang... kalo dibandingkan dengan kayu
itu namanya menghina pedang !!!"
Surga dibandingkan dengan dunia, gak ada bandingannya !!!

Mudah mudahan melalui kisah ini kita TIDAK AKAN PERNAH LAGI MENIPU untuk mencari secuil harta dunia. 
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Ternyata belum selesai... !!

Apa kata Allah ?
"dan engkau akan mendapatkan apa saja yang dirimu inginkan
dan matamu ingin melihatnya.. "

MasyaAllah.. 
Tingkatan surga yang paling rendah, 
Tercelalah orang yang menipu
Berapa sih dapatnya ? 100ribu ? 200ribu ? 300ribu?
Nipu orang... dusta...!!!

Bandingkan surga !!!
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Dikutip dari rekaman Kajian Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc
Bertajuk "Rezeki dan Keberkahannya" | Diketik dengan sedikit penambahan oleh : Rahmat Rijalun
Previous
Next Post »