Episode Ini Telah Berakhir

Suatu hari seorang suami mengadakan perjalanan bersama istri dan anak-anaknya. Dalam perjalanan, mereka berpapasan dengan sebuah sosok. Sang lelaki bertanya kepadanya:

"Engkau siapa?"

Dia menjawab:

"Aku adalah 'HARTA'

Maka sang suami bertanya kepada istri dan anak-anaknya:

"Apa kita biarkan dia bersama kita (dalam mobil) melakukan perjalanan?"

Istri dan anak-anaknya menjawab:

"Tentu saja boleh. Dengan keberadaannya memungkinkan kita untuk melakukan apa saja dan mempengaruhi siapa saja sesuai kehendak kita."

Jadilah si HARTA ikut bersama mereka dalam perjalanan tersebut.

Beberapa saat setelahnya, mereka berpapasan dengan sosok lain.

Suami bertanya kepadanya: "Siapa engkau?"

Dia menjawab:

"Aku adalah KEKUATAN"

Maka sang suami bertanya kepada istri dan anak-anaknya:

"Apa kita biarkan dia bersama kita (dalam mobil) melakukan perjalanan?"

Istri dan anak-anaknya menjawab:

"Tentu saja boleh. Dengan keberadaannya memungkinkan kita untuk melakukan apa saja dan mempengaruhi siapa saja sesuai kehendak kita."

Jadilah si KEKUATAN ikut bersama mereka dalam perjalanan tersebut.

Begitulah seterusnya, mereka bertemu dengan banyak sosok dan mengajak mereka bersama dalam perjalanan hingga penuhlah mobil dengan syahwat dan kelezatan dunia.

Beberapa saat kemudian, mereka berjumpa dengan sebuah sosok yang penampilannya berbeda dengan sosok-sosok sebelumnya.

Suami bertanya kepada sosok tersebut:

"Engkau siapa?"

Dia menjawab:

"Aku adalah AGAMA"

Lantas suami istri tersebut dan anaknya mengatakan dengan suara kompak:

"Maaf, ini bukan saatnya. Kami ingin dunia dan kenikmatannya namun engkau akan mengharamkannya untuk kami. Engkau akan mengajak kami menuju keistiqamahan.

Engkau akan mengajarkan kami tentang halal, haram, puasa, hijab, shalat, dan dan dan dan lain sebagainya.

Namun, barangkali nanti kami bisa kembali kepada AGAMA setelah meneguk dunia dan apapun yang ada di dalamnya."

Bertemulah mereka dengan sosok terakhir yang benar-benar mengharuskan mereka berhenti dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Sosok tersebut berkata kepada sang suami:

"Perjalanan ini akan berakhir disini. Engkau mesti turun dan ikut bersamaku."

Sang suami tak bisa berbuat dan berkata apa-apa. Sosok tersebut kemudian bertutur:

"Aku mencari AGAMA. Apakah dia bersamamu saat ini?"

Sang suami berkata:

"Aku meninggalkannya baru saja. Biarkan aku kembali mengambil AGAMA dan menemuimu nanti bersamanya."

Maka sosok tersebut menjawab:

"Engkau tak akan mampu kembali karena perjalanan ini telah berakhir dan kembali lagi adalah suatu hal yang amat mustahil.

Sang suami berrkilah:

"Tunggu, tapi di dalam mobilku ada HARTA, KEMAMPUAN, ISTRI dan ANAK-ANAK dan dan dan…"

Sosok tersebut menukas:

"Apakah tak cukup sedikitpun Allah bagimu? Engkau biarkan dan tinggalkan AGAMA di jalan."

Sang suami bertutur:

"Lantas engkau ini siapa?"

Sosok menjawab:

"Aku adalah kematian yang dahulunya engkau lalaikan dan tak kau duga-duga kedatangannya."

Lantas sang suami menoleh sejenak ke arah mobilnya. Istrinya mengambil alih untuk menggantikannya mengendarai mobil tersebut.

Mobil yang berisi ISTRI, ANAK-ANAK, HARTA, KEDUDUKAN, dan kenikmatan dunia itu pun berlalu meninggalkan dia seorang diri.

_________
Diterjemahkan dari sebuah page berbahasa arab.

Ragunan, Jakarta Selatan, Pertengahan Syawwal 1434 H

*) dari status Ust. Fachrian Almer Akiera -semoga Allah menjaga beliau-
Previous
Next Post »