Jangan Dekati Zina


Di antara tujuan syari’at adalah menjaga kehormatan dan keturunan, karena itu syari’at Islam mengharamkan zina, Allah ‘azza wajalla (artinya),

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu sesuatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” {QS. Al-Isro’: 32}

Perhatikanlah dengan seksama dan teliti bagaimana larangan Allah ini. Bentuk larangan Allah bukanlah “janganlah kamu melakukan zina”, bahkan Allah melarang dengan bentuk “janganlah kamu mendekati zina”. Perhatikanlah!!

Syari’at menutup segala pintu dan sarana yang mengundang perbuatan zina. YAKNI DENGAN MEWAJIBKAN HIJAB YANG SYAR’I, karena dengan terbukanya aurat maka pasti nafsu syahwat itu akan terpacu bagi yang melihatnya. Begitu pula syari’at memerintahkan untuk MENUNDUKKAN PANDANGAN, sebagaimana firman Allah (artinya),
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman; “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman; “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa Nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya…” {QS. An-Nuur: 30-31}

Begitu juga syari’at melarang KHOLWAT (BERDUAAN-DUAAN) DENGAN LAWAN JENIS BUKAN MAHRAM. Sebagaimana hadits Nabi shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam,
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam,
“Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita, kecuali pihak ketiganya adalah syetan.”
{ Hadits riwayat At-Tirmidzi, 3/474; lihat Misykatul Mashabih, 3188.}

Karena itu semua adalah bentuk mendekati zina. Maka perhatikanlah, JANGANLAH KAMU MENDEKATI ZINA!!

Pezina muhshon (yang telah beristri) dihukum dengan hukuman yang paling berat dan menghinakan. Yaitu dengan merajam (melemparnya dengan batu hingga mati). Hukuman ini ditimpakan agar merasakan akibat dari perbuatannya yang keji, juga agar setiap anggota tubuhnya merasakan sakit sebagaimana dia dan seluruh anggota tubuhnya telah merasakan/menikmati haramnya zina yang dilakukannya.

Adapun pezina yang belum pernah menikah, maka ia dicambuk sebanyak seratus kali. Suatu bilangan yang paling banyak dalam hukuman cambuk yang dikenal dalam Islam. Hukuman ini harus disaksikan sekelompok kaum mukminin. Suatu bukti betapa hukuman ini amat dihinakan dan dipermalukan. Tidak hanya itu, pezina tersebut selanjutnya harus diasingkan dan dibuang dari tempat ia melakukan perzinaan, selama satu tahun penuh.

Adapun siksaan para pezina –baik laki-laki maupun perempuan- di alam barzakh adalah ditempatkan di dapur api yang atasnya sempit dan bawahnya luas. Dari bawahnya api dinyalakan. Sedang mereka berada di dalamnya dalam keadaan telanjang. Jika dinyalakan mereka teriak melolong-lolong dan memanjat ke atas hingga hampir-hampir saja mereka bisa keluar, tapi bila api dipadamkan, mereka kembali lagi ke tempatnya semula (di bawah) lalu api kembali lagi dinyalakan. Demikian terus berlangsung hingga datangnya hari kiamat.

Keadaannya akan lebih buruk lagi jika laki-laki tersebut sudah tua tapi terus saja berbuat zina, padahal kematian hampir menjemputnya, tetapi Allah masih memberinya tenggang waktu.

Dalam hadits marfu’ dari Abu Huroiroh rodhiyallaahu ‘anhu disebutkan,

“Tiga (jenis manusia) yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, juga Allah tidak akan mensucikan mereka dan tidak pula memandang kepada mereka, sedang bagi mereka siksa yang pedih, yaitu laki-laki tua yang suka berzina, seorang raja pendusta, dan orang miskin yang sombong.”
{HR. Muslim 1/102-103}.

[Lihat kitab محرمات استهان بها الناس يجب الحذر منها
“Dosa-Dosa Yang Dianggap Biasa”, karya Asy-Syaikh Muhammad Sholeh Munajjid hafizhohullah.]

sumber : http://www.facebook.com/InspirasiIslami1/posts/536068936450812
Previous
Next Post »