Kau Berhias Untuk Siapa?

Bismillahi minal Awwali wal akhiri ... 
Berhias merupakan kegemaran para wanita, tak bisa di nafikkan lagi berhias menjadi salah satu fitrah para wanita. Banyak alasan yang mengawali keinginan berhias, dari yang ingin memelihara kecantikan dan keindahan sampai para muslimah yang kurang percaya diri kalo dirinya tidak berhias.

Wanita muslimah memiliki akhlak dan kepribadian yang berbeda dengan wanita kafir atau wanita jahiliyah, begitupun dengan masalah berhias.

Wanita muslimah adalah wanita yang selalu menjaga dirinya, kehormatannya, kesopanannya dan rasa malu. Sedangkan wanita jahiliyah adalah wanita yang suka berhias, bersolek, mempertontonkan dirinya untuk menggoda laki-laki. Na'udzubillah..

Tabarruj, salah satu potensi yang paling menghancurkan para muslimah pada jaman sekarang. Apa itu tabarruj ??

Tabarruj secara bahasa artinya menyingkap dan mempertontonkan. Sedangkan secara syari'at tabarruj menurut Al Jauhary adalah pertunjukkan perhiasan dan berbagai keindahan wanita kepada kaum lelaki.

”… Dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jaman jahiliyah jaman dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Bentuk tabarruj wanita jaman jahiliyah jaman dulu yaitu berbaur dengan kaum laki-laki, berjalan berlenggak-lenggok, dan berhias untuk menggoda laki-laki.

Para muslimah ber jilbab pun kadang tak menyadari dirinya tengah bertabarruj, maka perlu disadari tabarruj bukan hanya menonjolkan aurat saja, tapi memperlihatkan perhiasannya untuk menarik perhatian laki-laki. Seperti sengaja memperindah wajah dengan hiasan warna-warni selain pada suaminya. Tentu saja bila dia berhias untuk suaminya, hal seperti ini diperbolehkan.

Lantas bagaimana kita menghindari tabarruj??

Sahabat muslimah, Perhiasan yang paling berharga pada muslimah adalah rasa malu dan indikasi rasa malu adalah menundukkan pandangan. Maka tundukanlah pandanganmu. Lalu ikutilah etika berpakaian muslimah yang syar’i, yaitu menutup seluruh tubuh kecuali yang biasa tampak padanya yaitu wajah dan telapak tangan.

Tidak transparan dan tidak menonjolkan aurat alias tidak ketat, dan ini di sampaikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa di antara penduduk neraka adalah wanita yang berpakaian tetapi telanjang mereka tidak masuk surga bahkan tidak pula mencium baunya. Na'udzubillah..

Lalu janganlah menarik perhatian dengan bau parfum yang menyengat, sehingga para laki-laki tergoda oleh kalian. Sehingga kata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bila wanita itu menggunakan minyak wangi yang menyengat kemudian lewat di depan laki-laki maka dia di ibaratkan sama dengan pezina. Na'udzubillah..

Sahabat muslimah, Cintamu kepada-Nya palsu, jika engkau masih memanjakan Nafsu. Bagaimana engkau yakin telah bersama-Nya bila dunia lebih engkau khawatirkan??

Ingatlah, bahwasannya semua bentuk ibadahmu telah membuatmu bersama-Nya adalah karna kesadaranmu saat menyikapi dunia.
Maka pikirkanlah lagi, engkau hendak berhias untuk siapa ??
Previous
Next Post »