Akhlak Sang Kekasih

AKHLAK SANG KEKASIH

@ Dari Al Aswad bin Yazid An Nakha’i rahimahullahu, ia berkata : Aku bertanya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang apa yang dikerjakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di rumahnya?

Aisyah menjawab : "Beliau berada dalam kesibukan pekerjaan keluarganya, dan jika tiba waktu shalat beliau pun keluar menuju shalat". [HR. al Bukhary dan Muslim]

@ Beliau berkunjung ke kaum Anshar, memberi salam kepada anak-anak mereka dan membelai kepala-kepala mereka. [Shahih, HR. An Nasa’i]


@ Beliau mendatangi orang-orang lemah dari kaum muslimin, menziarahi mereka, menjenguk orang-orang sakitnya dan ikut menyaksikan jenazahnya. [Shahih, HR. Abu Ya’la]


@ Beliau banyak berzikir, sedikit bercanda, memperpanjang shalat, memendekkan khutbah, dan tidak pernah menolak atau bersikap sombong untuk berjalan bersama para janda, orang miskin dan budak sampai bisa memenuhi keperluan orang-orang tersebut. [Shahih, HR. An Nasa’i]


@ Beliau duduk di tanah, makan di tanah, mengikat kambing dan memenuhi undangan para budak untuk mencicipi roti gandum. [Shahih, HR. An Nasa’i]


@ Tidak ada orang yang diusir dari sisinya atau dicambuk/ dipukul. [Shahih, HR. Ath Thabrani] – maksudnya seperti kebiasaan raja-raja atau para penguasa yang tidak bisa didekati rakyatnya.


@ Dari Asma’ bintu Yazid : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati kami sekelompok wanita dan beliau pun memberi salam kepada kami. [HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al Albani]


@ Dari Anas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati anak-anak yang sedang bermain dan beliau memberi salam kepada mereka. [HR. Muslim]


@ Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata : "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperbaiki sandalnya (yang putus), menjahit pakaiannya, dan beliau bekerja di rumahnya sebagaimana salah seorang dari kalian bekerja di rumahnya".

Aisyah juga berkata : "Beliau juga seorang manusia seperti manusia yang lain; membersihkan pakaiannya, memerah susu kambingnya dan berkhidmat untuk dirinya sendiri". [HR. At Tirmidzi, dishahihkan Al Albani]


@ Dari Anas, ia berkata : Saya melayani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan umurku saat itu 8 tahun. Sama sekali beliau tidak pernah mencelaku dalam perkara yang keliru aku kerjakan. Jika salah seorang keluarganya mencelaku, maka beliau akan berkata : "Biarkan dia! Kalau sudah ditakdirkan sesuatu pasti akan terjadi". [HR. Al Baihaqi, dishahihkan Al Albani]


اللهم صل وسلم وبارك عليه
Previous
Next Post »